Jakarta Lirik Sistem Elektronik Singapura Atasi Kemacetan
Jakarta (ANTARA News) - Untuk mengatasi macet, Pemprov DKI Jakarta melirik salah satu cara yang telah diterapkan Singapura yaitu sistem "Electronic Road Pricing" (ERP), yaitu membayar untuk melewati kawasan tertentu dengan menggunakan kartu elektronik.
Sistem itu disebut Gubernur DKI Jakarta adalah salah satu alternatif metode yang dinilai cocok untuk diberlakukan di Jakarta dan saat ini masih dalam kajian serta belum akan diberlakukan hingga minimal tahun 2010.
"Di dalam perda soal transportasi makro sudah tercantum tentang pembatasan kawasan lalu-lintas. Yang kelihatan mengemuka sampai saat ini adalah road pricing, karena kalau mau spesifik (pembatasannya) tidak bisa secara manual, harus menggunakan peralatan elektronik," kata Fauzi di Balaikota, Jakarta, Senin.
Sistem ERP itu diharapkan dapat mengurangi pemakaian kendaraan pribadi di sepanjang jalan di Jakarta, dan penduduk beralih menggunakan kendaraan umum.
Saat ini, kendaraan pribadi di Jakarta mencapai 98 persen pengguna jalan, dan kendaraan umum hanya mengisi dua persen sisanya.
Dengan ERP, diharapkan persentase itu berbalik dan kendaraan pribadi akan semakin berkurang yang berakibat kemacetan pun akan semakin jarang.
Sementara Foke tidak menyebutkan berapa tarif yang pantas bagi penerapan ERP tersebut, namun menekankan bahwa tarif itu haruslah tarif yang "pantas" dalam arti tidak terlalu mahal namun tidak terlalu murah, agar tujuan awalnya untuk membatasi kendaraan pribadi terpenuhi.(*)
16-Sep-2008
|